Seluruh Sekolah di Jaksel Perlu Pelatihan Penanganan Kebakaran

Seluruh Sekolah di Jaksel Perlu Pelatihan Penanganan Kebakaran

Seluruh Sekolah di Jaksel Perlu Pelatihan Penanganan Kebakaran

Sebanyak 680 siswa-siswi dan 40 guru SMPN 131 Jakarta Selatan (Jaksel)  mengikuti pelatihan penanganan kebakaran di halaman sekolah setempat, Jalan Moh Kahfi 1, Cipedak, Jagakarsa berjalan sukses. Hal positif tersebut, mendapat respons dari sekolah-sekolah yang ada.

Pemantau pendidikan dan masalah perkotaan Herry K, Kamis (1/2/2018) mengatakan, sudah seharusnya hal tersebut dilaksanakan. Herry mengatakan, dirinya sering mengungkapkan ke publik agar pelatihan serta penanganan kebakaran bukan hanya terfokus ke masyarakat umum.

Menurutnya, lingkungan pendidikan juga harus mendapat kesempatan yang sama.

Beberapa keluarga saya ada juga yang bertugas di sekolah-sekolah. Mereka secara tersirat pernah mengatakan agar sekolah-sekolah juga diberi pelatihan.

“Instansi terkait seperti Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat), perlu melakukan inovasi serta terobosan baru. Jangan hanya masyarakat umum yang diberi pelatihan. Sekolah-sekolah juga perlu. Pihak swasta, seperti pasar-pasar, gedung-gedung bertingkat juga sangat membutuhkan pelatihan kebakaran,” kata Herry.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Sektor X Jagakarsa Sudin Gulkarmat Jaksel Paryo

mengatakan, kegiatan ini digelar dalam rangka memberikan sosialisasi tentang penanganan kebakaran.

“Sosialisasi dan pelatihan ini dilakukan untuk mengajarkan kepada siswa dan guru dalam menanggulangi kebakaran,” ujarnya, Rabu (31/1/2018).

Ia menuturkan, dalam pelatihan ini, para peserta diajarkan mengatasi kebakaran

dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan peralatan tradisional seperti karung basah. “Ada dua cara yang kami ajarkan. Jika tidak ada APAR, mereka bisa menggunakan alat seperti karung dan kain basah,” jelasnya. ***

 

Sumber :

https://www.belajarbahasainggrisku.id/