Melatih Motorik dengan Pelajaran Penjaskes

Melatih Motorik dengan Pelajaran Penjaskes

Melatih Motorik dengan Pelajaran Penjaskes

Menciptakan siswa yang sehat dan bugar, merupakan salah satu tujuan pendidikan

. Maka dari itu, pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes) wajib ada di setiap sekolah.

Pasalnya, Penjaskes  bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial dan stabilitas emosional. Pendidikan jasmani juga mengajarkan tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani, olahraga serta kesehatan.

“Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan merupakan media untuk mendorong

pertumbuhan fisik, perkembangan psikis, keterampilan motorik, pengetahuan sehingga Bagus untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis  yang seimbang anak.  Penjaskes itu harus bersifat yang menyenangkan,” guru Penjaskes di MTS Al- Ihsan, Kotot Hartono.

Pria yang biasa di sapa pak Kotot itu menambahkan,  penjaskes memiliki banyak manfaat untuk meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan.

“Anak anak itu sangat suka dengan pelajaran penjaskes.  Saya melihat mereka terasa seperti keluar dari kandang mungkin karena banyak tugas yang menimpa mereka.  Untuk itu mereka harus diberikan materi pembelajaran yang sifatnya menggalih keterampilan motoriknya, mengembangkan sikap sportif.  Sehingga menimbulkan sifat jujur, disiplin, bertanggungjawab, kerjasama, percaya diri di diri mereka,”lanjutnya

Namun, saat Ramadan ini, pelajaran penjaskes lebih diutamakan ke teori ketimbang praktek.

Hal itu di lakukan agar siswa tidak terkena dehidrasi karena kehilangan banyak cairan.”Penjaskes tidak melulu soal olahraga piknik atau karyawisata, pengenalan lingkungan, berkemah, menjelajah dan mendaki gunung merupakan bagian dari pelatihan jasmani mereka,”tutupnya.

 

Baca Juga :