Isi dan Pengorganisasian kertas kerja

Isi dan Pengorganisasian kertas kerja

Isi dan Pengorganisasian kertas kerja

Isi dan Pengorganisasian kertas kerja
a. Berkas Permanen yaitu berkas yang berisi data historis atau yang bersifat berkelanjutan mengenai klien.

b. Berkas tahun berjalan mencakup seluruh kertas kerja yang berkaitan untuk tahun yang diaudit, yaitu program audit, informasi umum, neraca saldo, jurnal koreksi / reklasifikasi, dan daftar-daftar pendukung.

5. Langkah-langkah menyiapkan kertas kerja audit
a. Identifikasi seperti nama klien, periode yang dicakup, deskripsi isi, inisial pembuat, tanggal penyiapan dan kode indeks.

b. Ada indeks dan cross-check untuk memudahkan dalam pengorganisasian dan pengarsipan.

c. Menunjukkan pelaksanaan pekerjaan audit, berupa memorandum, menanda tangani prosedur audit, catatan yang dianggap perlu.

d. Berisi informasi yang cukup.

e. Kesimpulan singkat.

6. Kertas kerja merupakan harta milik auditor dan yang mempunyai hak untuk memeriksa kertas kerja hanya pengadilan sebagai bahan bukti yuridis formal.

7. Auditor harus menjaga kerahasiaan, kecuali dikehendaki oleh hukum atau negara atau profesinya

8. Risiko Audit yang dapat Diterima ( Acceptable Audit Risk)adalah ukuran ketersediaan auditor untuk menerima bahwa laporan keuangan salah saji material walaupun audit telah selesai dan pendapat wajar tanpa pengecualian telah diberikan

9. Risiko Bawaan (Inherent Risk) merupakan faktor kerentanan laporan keuangan terhadap kekeliruan yang material, dengan asumsi tidak ada pengendalian intern

Baca Juga :