Buku Kurikulum 2013 Belum Tiba Disemua Sekolah

Buku Kurikulum 2013 Belum Tiba Disemua Sekolah

Buku Kurikulum 2013 Belum Tiba Disemua Sekolah

Penerapan kurikulum 2013 telah berada ditahun pertama, namun implementasinya

sampai saat ini belum terlaksana dengan baik, karena hampir seluruh provinsi di-Indonesia termasuk di Maluku menghadapi persoalan yang sama, yakni belum didistribusikannya ke sekolah-sekolah buku-buku penunjang proses pembelajaran kurikulum 2013.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Dikpora Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio, M.Si dalam sambutan tertulisnya, yang dibacakan Kabid Dikmen Drs. Meki Lohy, MT ketika membuka Pelatihan Penyusunan Kurikulum 2013 untuk Wakil Kepala Sekolah tingkat SMA, SMK se Maluku yang berlangsung di Wijaya Hotel Rabu (15/10).

Selain itu Bimtek tentang Kurikulum 2013 yang harus dilaksanakan mulai

dari tingkat Kepala Sekolah, Wakasek, Pengawas dan guru mata pelajaran, juga belum dapat menjangkau seluruh elemen tersebut.

Kendati demikian, salah satu strategi yang dilakukan yakni melalui sistim Claster, dimana ada penatar dan narasumber yang dilatih di tingkat Nasional, Provinsi maupun Kabupaten/Kota dan memenuhi persyaratan, ditetapkan sebagai narasumber/fasilitator, selanjutnya melaksanakan tugas pada wilayah Clasternya, dengan sasaran sekolah-sekolah yang menjadi Clasternya sekaligus mereka mendapat pengetahuan dan pemahaman tentang proses pembelajaran kurikulum 2013.

Dengan begitu sasaran yang dicapai dalam kurikulum 2013 yaitu menghasilkan

manusia Indonesia yang produktif, kreatif, efektif, inovatif melalui penguatan ketrampilan dan pengetahuan dengan menghasilkan anak didik yang berkualitas, intelektual, emosional dan kualitas spiritual.

Sementara itu Ketua panitia kegiatan Ir. J. Riupassa melaporkan, kegiatan pelatihan penyusunan kurikulum 2013 bertujuan, meningkatkan kemampuan guru SMA, SMK tentang kelayakan pendidikan menengah, meningkatkan pemahaman tentang kurikulum 2013 dan kebijakan implementasinya, serta pengembangan Mulok, dan memberikan pemahaman kepada peserta tentang spektrum keahlian pendidikan menengah dan hasil pemetaan, kompetensi dasar kelas X dan XI menjadi kompetensi dasar kelas XI.

Peserta yang mengikuti pelatihan penyusunan kurikulum 2013 bagi Wakasek tingkat SMA, SMK dari 11 kabupaten/kota sebanyak 40 orang berlangsung selama 3 hari.(TM04)

 

Sumber :

https://samarindatv.co.id/sejarah-danau-toba/